Pada usia 18 tahun, dia mengira cinta itu manis. Sampai tes kehamilan menunjukkan dua garis, dan pria yang mengajarinya 'menghitung masa aman, minum pil darurat' itu pergi dengan berkata, 'Bagaimana kau tahu anak itu milikku?' Tanpa uang sepeser pun, dia menggenggam selebaran kusut dan mendorong pintu yang seharusnya tidak dia dorong. Di meja operasi, gadis di sebelahnya berkata, 'Ini yang keempat kalinya bagiku.' Dia akhirnya mengerti—ada pelajaran yang tidak pernah diajarkan siapa pun padanya, tapi konsekuensinya harus dia tanggung sendiri.
Masuk untuk ikut berdiskusi