Kembali ke tahun 1985, masa penuh peluang, ia datang hanya dengan modal 200 dolar. Sempat ditipu, kegigihannya membantunya merebut uangnya kembali. Berbekal wawasan modern, ia menjadi penjual pakaian swasta pertama di kotanya. Meski perjalanannya di era 80-an penuh liku, tekadnya menyulap ambisi menjadi kerajaan bisnis yang sukses!