Di hamparan salju Xinjiang yang sunyi dan tak bertepi, seorang gadis muda yang melarikan diri dari hiruk-pikuk kota, dan seorang lelaki tua kesepian yang mengunci kenangan dalam surat-surat, tanpa sengaja menjadi keluarga sementara bagi satu sama lain. Satu belajar berdamai dengan masa lalu, yang lain belajar terbuka pada masa depan. Di tengah alam yang murni dan ekstrem, mereka bersama-sama menulis puisi musim dingin yang menghangatkan tentang kehangatan, kebersamaan, dan awal yang baru.
Masuk untuk ikut berdiskusi