Di kuil kuno yang terpencil di pegunungan, tersimpan sebuah mutiara surgawi misterius yang memancarkan hawa nafsu. Rubah siluman di gunung mencium kekuatan besar itu dan berusaha merebutnya untuk meningkatkan kesaktiannya, lalu datang sendiri ke gerbang kuil. Tanpa disadari, kuil itu adalah altar persembahan cinta yang dirancang para biksu—yang menanti rubah siluman bukanlah keberuntungan, melainkan tubuhnya ditekan di atas bantal doa hingga basah dan lemas, menjadi tumbal mutiara surgawi.