Cahaya kota memantulkan lekuk tubuh bibi, tante, ibu, dan kakak. Di lift saat pulang larut, di samping kompor dapur, di depan jendela ruang kerja, mereka menjalin ketegangan penuh godaan dengan sang tokoh utama. Suhu ujung jari yang menyentuh kulit, napas lembap yang berbaur, desir kain yang bergesekan, diam-diam menyalakan malam. Dalam irama kota modern, gairah mengalir bagai arus bawah, menyebar tanpa suara.